07 November 2007

Ringkasan bab ENAM -- ANGKA

A. Notasi Angka

  • di US : koma untuk menandakan ribuan dan titik untuk menandakan desimal.(contoh: 2,143.67)
  • di Eropa : titik untuk menandakan ribuan dan koma untuk menandakan desimal.(contoh: 2.143,67)

Aturan yg disepakati adalah : spasi untuk menandakan ribuan dan titik untuk menandakan desimal.(contoh: 2 143,67)

  • Dalam penulisan angka yg lebih kecil dari 1 (dlm desimal), dituliskan angka 0 sebelum titik.(contoh: 0.224)

B. Analisis Kesalahan Sederhana

  • Akurasi : Keadaan di saat pengukur melaporkan nilai yg mendekati kebenaran dan tanpa kesalahan.
  • Presisi : Keadaan di saat pengukur bisa mendapatkan nilai yg sama apabila pengukuran diulangi.
  • Kesalahan random : Kesalahan yg dikarenakan berbagai faktor; seperti faktor kecerobohan, ketidakakuratan alat dsb.
  • Kesalahan Sistematik : Kesalahan yg terjadi akibat kesalahan penggunaan metode dlm pengukuran.
  • Ketidakpastian : Niliai yg didapatkan akibat kesalahan random yg menunjukkan kekurangan dalam keakuratan dan presisi.

Fraksi ketidakpastian = ketidakpastian : nilai terbaik(best value)

Persentase ketidakpastian = Fraksi ketidakpastian x 100%

  • Error : Penyimpangan nilai hasil pengukuran dgn nilai yg tepat(benar).

Error = nilai yg dilaporkan - nilai yg benar

C. Angka Penting

  • Angka penting : jumlah digit angka yg akurat.(contoh: 1.478 memiliki 4 angka penting)
  • Angka 0 yg dibutuhkan dlm penempatan titik pd penulisan bilangan desimal tdk dihitung sebagai 1 angka penting.(contoh: 0.00524 memiliki 3 angka penting)
  • Angka yg didapatkan dari hubungan matematis memiliki jumlah angka penting yg tak terhingga.

Suatu bilangan dibulatkan apabila jumlah angkanya melebihi jumlah angka penting yg dibutuhkan. Bilangan dibulatkan ke atas apabila angka terakhirnya 5-9, dan dibulatkan ke bawah apabila angka terakhirnya 1-4.(contoh: 0.015849 membutuhkan 2 angka penting dibulatkan ke atas menjadi 0.016)

Hal ini dilakukan pd tahap akhir pengukuran (pelaporan). Apabila pembulatan dilakukan pada tahap perhitungan, dpt menyebabkan Kesalahan Pembulatan.

Prosedur mengalikan dan membagi bilangan dengan angka penting:

  1. Menentukan angka penting dari setiap bilangan.
  2. Menghitung jawaban dari perkalian / pembagian.
  3. Bulatkan jawaban yg didapatkan menggunakan angka penting terkecil dari bilangan-bilangan yg dikalikan.

Prosedur menambah dan mengurangi dengan angka penting:

  1. Menyejajarkan tanda desimal bilang-bilangan yg akan ditambah / dikurangi.
  2. Menandai angka penting terakhir tiap bilangan dgn panah.
  3. Menghitung jawaban dari pertambahan / pengurangan.
  4. Tanda panah yg paling kiri menunjukkan batas angka penting dari jawaban yg didapatkan.

Tidak ada komentar: